IATA Gandeng Anak Usaha United Tractors, Kontrak Jasa Tambang Batu Bara Rp5 Triliun di Musi Banyuasin


Tradingan – #JAKARTA – #PT #MNC Energy Investments Tbk (IATA) #terus #memperkuat #pengembangan #bisnis #pertambangan #batu #baranya. Melalui anak usahanya, #PT #Arthaco Prima Energy (APE), perseroan resmi menandatangani kontrak kerja sama jasa pertambangan batu bara dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR). Penandatanganan kontrak ini dilakukan pada Selasa (23/12).

Baca juga; BEI Masuk Billion Dollar Exchange, Transaksi Harian Tembus US$1 Miliar dan Investor Tembus 20 Juta

IATA Gandeng Anak Usaha United Tractors, Kontrak Jasa Tambang Batu Bara Rp5 Triliun di Musi Banyuasin

Dalam perjanjian tersebut, KPP Mining akan bertindak sebagai kontraktor jasa pertambangan batu bara sekaligus melakukan kegiatan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) di area tambang milik APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis IATA dalam mengoptimalkan operasional tambang dan meningkatkan kapasitas produksi batu bara secara berkelanjutan.

Nilai kontrak kerja sama ini mencapai Rp5 triliun dan akan berlangsung selama lima tahun, terhitung mulai Januari 2026 hingga Desember 2030. Selama periode kontrak tersebut, target total produksi batu bara ditetapkan sebesar 33,6 juta metrik ton (MT).

Baca juga: OJK Terbitkan Whitelist Pedagang Kripto Berizin 2026, Ini Daftar Resmi Platform Aset Keuangan Digital di Indonesia

Manajemen IATA dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa pada tahun pertama operasional, yakni 2026, produksi batu bara ditargetkan mencapai 3 juta MT. Target ini diharapkan akan meningkat secara bertahap seiring dengan optimalisasi alat produksi, efisiensi operasional, serta dukungan kontraktor berpengalaman seperti KPP Mining.

Selain produksi batu bara, total volume material penutup yang akan dikelola selama masa kerja sama diperkirakan mencapai 140,9 juta bank cubic metre (bcm). Aktivitas pengupasan overburden ini menjadi bagian krusial dalam mendukung kelancaran penambangan dan pencapaian target produksi jangka panjang.

Sebagai informasi tambahan, IATA memiliki wilayah konsesi tambang yang cukup signifikan di Musi Banyuasin, dengan total luas mencapai 44.163 hektar. Dari wilayah tersebut, potensi sumber daya batu bara tercatat sekitar 1,4 miliar metrik ton, sementara cadangan batu bara yang dapat ditambang diperkirakan mencapai 294 juta metrik ton.

Baca juga: Pasar Tenaga Kerja AS Stagnan di 2025, Sinyal Risiko untuk Saham dan Ekonomi 2026

Dengan dukungan kontrak jangka panjang ini, manajemen optimistis kerja sama antara APE dan KPP Mining akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional dan keuangan IATA, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu pemain yang berkembang di sektor energi dan pertambangan nasional.

One Reply to “IATA Gandeng Anak Usaha United Tractors, Kontrak Jasa Tambang Batu Bara Rp5 Triliun di Musi Banyuasin”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.