Harga Emas Naik Jelang Deeskalasi Iran, Namun Terancam Catat Kerugian Terburuk Selama Maret 2026


Tradingan – #Harga #emas #dunia #kembali #mengalami #kenaikan #pada #perdagangan #terbaru di #3Asia, seiring munculnya harapan deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli investor (bargain hunting) setelah logam mulia tersebut mengalami tekanan tajam sepanjang bulan Maret 2026.

Baca juga: Strategi Mengunci Profit Agar Tidak Kembali ke Market

Harga Emas Naik Jelang Deeskalasi Iran, Namun Terancam Catat Kerugian Terburuk Selama Maret 2026

Pada perdagangan Selasa, harga emas spot tercatat naik sekitar 1% menjadi sekitar USD 5.556 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas juga mengalami kenaikan sekitar 0,6%. Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek setelah tekanan kuat yang terjadi sebelumnya.

Sentimen Deeskalasi Iran Dorong Harga Emas

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah laporan bahwa Presiden AS mempertimbangkan untuk mengakhiri aksi militer terhadap Iran. Langkah ini meningkatkan optimisme pasar terhadap meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Harapan deeskalasi ini membuat sentimen risiko global membaik, sehingga mendorong pergerakan berbagai aset, termasuk logam mulia. Selain itu, pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang menilai inflasi jangka panjang masih terkendali turut memberikan dukungan bagi harga emas.

Namun demikian, ketidakpastian tetap tinggi, terutama terkait penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Kondisi ini berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.

Baca Juga: Cara Mengatur Modal Saat Trading di Banyak Pair Sekaligus

Harga Emas Tertekan Sepanjang Maret

Meskipun mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, harga emas justru berada di jalur kinerja bulanan terburuk dalam hampir dua dekade. Sepanjang Maret 2026, harga emas spot tercatat turun hampir 14%.

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi inflasi akibat lonjakan harga energi serta konflik geopolitik yang berkepanjangan. Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve juga turut menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Emas dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), sehingga cenderung kurang diminati ketika suku bunga meningkat atau diperkirakan tetap tinggi. Hal ini membuat investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil seperti obligasi.

Logam Mulia Lain Ikut Bergerak

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan positif dalam jangka pendek. Harga perak tercatat naik signifikan, sementara platinum juga mengalami kenaikan meski terbatas.

Namun, sama seperti emas, logam-logam tersebut juga diperkirakan mencatat penurunan tajam secara bulanan akibat tekanan pasar selama Maret.

Prospek Harga Emas ke Depan

Ke depan, pergerakan harga emas akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait konflik Iran dan kebijakan energi global.

Baca Juga: Manajemen Modal untuk Trader yang Sering Scalping

Selain itu, arah kebijakan suku bunga The Fed juga menjadi faktor kunci. Jika suku bunga tetap tinggi lebih lama, maka harga emas berpotensi kembali tertekan. Sebaliknya, jika ada sinyal pelonggaran kebijakan moneter, emas bisa kembali menguat sebagai aset safe haven.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.