
Data Ekonomi AS
Namun terlepas dari penurunan itu, tercatat pula beberapa kenaikan signifikan dari sektor konsumsi perlengkapan rumah tangga yang mencuat 2.1 persen dari level sebelumnya di tingkat 1.8 persen. Terungkap pula bahwa tingkat pembelanjaan masyarakat di luar sektor pangan dan bahan bakar berhasil meningkat. Hal ini dibarengi dengan kenaikan di sektor jasa, terutama dibidang transportasi dan kesehatan.
Oleh karena itulah, ekonom meyakini bahwa penurunan GDP AS kali ini tidak akan terlalu banyak memberi pengaruh buruk. Ekonom JP Morgan Chase, Michael Feroli mengatakan, “Sekarang kami telah menyakini bahwa memang yang kita alami pada kwartal pertama hanyalah suatu koreksi sejenak sebelum konsumsi akan kembali menanjak di periode-periode selanjutnya”.
Inggris sendiri tidak merilis laporan ekonomi hari ini. Fundamental yang berpengaruh lagi adalah utang Yunani. Pertemuan yang digelar kemarin belum juga membuahkan kesepakatan. Proposal reformasi baru Yunani bahkan ditolak. Malam nanti, The Troika akan kembali menggelar rapat di Brussels, dan diharapkan, kesepakatan akan tercapai. EUR/GBP menduduki posisi 0.7129.



