1. Simple Moving Average (SMA)
Indikator SMA merupakan setting default dari Moving Average. Artinya, saat kali pertama menggunakan indikator Moving Average, umumnya terminal trading akan menampilkan SMA sebagai pilihan pertama (dasar). Jadi kemungkinan besar, trader pemula akan terbiasa menggunakan indikator SMA daripada varian lainnya.
Seperti namanya, indikator SMA menampilkan garis visual yang diformulasikan dari perhitungan rerata sederhana. Perhitungan tersebut hanya meng-input daftar harga-harga (dari harga tertinggi, terendah, harga pembukaan, atau penutupan), lalu dibagi seberapa lama periode ditentukan.
Pada situasi apa indikator SMA lebih efektif untuk digunakan?
Garis indikator SMA umumnya bergerak agak lambat (lagging) mengikuti perubahan harga terkini, sehingga sekilas garisnya terlihat menjauh dari titik harga terkini. Karena hal tersebut, indikator SMA lebih efektif digunakan sebagai garis batas support dan resistance, atau penanda pantulan harga. Misalnya seperti contoh di bawah ini:

Dari gambar di atas, terlihat jelas bahwa indikator SMA periode 50 berfungsi lebih baik dibandingkan EMA berperiode sama sebagai garis batas support dan resistance dinamis. Karena alasan itulah, indikator SMA lebih berguna jika digunakan pada timeframe dan periode tinggi. Investor dan analis umumnya akan menggunakan SMA berperiode 50 ke atas (100 dan 200) pada timeframe Daily (D1) untuk membantu proses analisa teknikal mereka.
2. Exponential Moving Average (EMA)
Indikator EMA adalah
varian kedua terpopuler setelah indikator SMA. Umumnya, trader
menggunakan mode ini untuk mengantisipasi volatilitas pada timeframe
rendah, terutama pada saat rilis berita berdampak tinggi.
Berbeda
dengan indikator SMA, EMA menggunakan formulasi di mana harga pada
candlestick terakhir lebih berpengaruh. Tujuan dari formulasi tersebut
adalah untuk memberikan “dorongan” agar garis EMA lebih sensitif pada
perubahan harga. Jadi umpamanya setir pada mobil, indikator EMA lebih
cepat “mengkol” daripada indikator SMA.
Perlu
dicatat bahwa perbandingan ini bukan bertujuan untuk mencari indikator
terbaik dalam segala situasi. Soalnya, masing-masing indikator tersebut
sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Lebih tepatnya, tiap
indikator tadi akan lebih efektif jika digunakan pada situasi tertentu.
Dalam situasi apa indikator EMA lebih efektif untuk dipakai?
Garis pada indikator EMA lebih cepat merespon perubahan harga. Dengan kata lain, garis EMA akan tampak lebih luwes mengikuti pergerakan harga terkini dibanding garis indikator SMA. Karena faktor tersebut, indikator EMA lebih efektif digunakan sebagai sinyal trading. Salah satu sinyal trading tersebut adalah persimpangan antara dua atau lebih garis-garis Moving Average (MA Crossover. Contohnya seperti berikut
