Saham Big Four Kompak Melemah, Ini Prospek BBCA, BMRI dan BBNI Pekan Depan


Tradingan – #Saham-saham #bank #berkapitalisasi besar atau #Big #Four kembali menjadi perhatian #investor pada #perdagangan #Bursa #Efek #Indonesia (BEI), Jumat, 4 September 2026. Empat saham #perbankan utama, yakni #BBCA, #BMRI, #BBRI dan #BBNI, kompak ditutup di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Kontan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,11% menjadi Rp6.700 per saham. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,90% ke Rp4.420 per saham.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melemah 0,59% menjadi Rp3.390 per saham, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,51% ke level Rp3.940 per saham.

Saham Big Four Kompak Melemah Ini Prospek BBCA BMRI dan BBNI Pekan Depan
Saham Big Four Kompak Melemah, Ini Prospek BBCA, BMRI dan BBNI Pekan Depan

Baca: Banjir Kredit Jumbo Emiten Data Center: Prospek Saham EDGE, MORA dan TOWR Terbaru

Menariknya, tekanan pada perdagangan Jumat tidak menghapus kinerja positif keempat saham tersebut sepanjang sepekan.

BBRI menjadi saham Big Four dengan penguatan mingguan paling tinggi, yakni 6,27%. BBNI menyusul dengan kenaikan 4,23%, kemudian BMRI naik 4%, sementara BBCA mencatat penguatan 3,47%.

Kinerja IHSG dan Rupiah Jadi Perhatian

Pergerakan saham perbankan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi pasar saham dan nilai tukar rupiah.

Setelah pada Kamis, 3 September 2026, IHSG menguat 1,09% ke level 6.667,89, indeks pada perdagangan Jumat bergerak lebih volatil dan akhirnya terkoreksi sekitar 0,47% ke level 6.636. Kondisi ini menunjukkan investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli sehari sebelumnya.

Dari pasar valuta asing, rupiah justru menunjukkan penguatan. Rupiah pada Jumat pagi sempat dibuka di sekitar Rp17.632 per dolar AS, sebelum pada akhir perdagangan berada di sekitar Rp17.642 per dolar AS. Penguatan rupiah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga sentimen terhadap aset domestik.

Kondisi tersebut menjadi penting bagi saham perbankan karena stabilitas rupiah dapat membantu memperbaiki sentimen investor asing sekaligus mengurangi tekanan dari sisi pasar obligasi dan biaya pendanaan.

Mengapa Saham Big Four Masih Menarik?

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai penguatan saham perbankan sepanjang pekan ini terutama didorong oleh rebound teknikal serta kembali masuknya aksi beli bersih investor asing secara akumulatif.

Arus dana asing tersebut berkaitan antara lain dengan dampak rebalancing indeks global, yang turut memberikan ruang bagi saham-saham berkapitalisasi besar untuk mengalami pemulihan.

Menurut Nafan, saham Big Four bergerak menguat secara bertahap dan relatif solid sepanjang pekan. Pergerakan tersebut juga menjadi salah satu penopang IHSG ketika indeks mampu bertahan di sekitar level psikologisnya.

Selain faktor teknikal dan aliran dana asing, kondisi fundamental sektor perbankan juga masih menjadi katalis.

Pertumbuhan penyaluran kredit nasional yang berada di kisaran 13% secara tahunan (year on year/yoy) menunjukkan permintaan pembiayaan masih relatif kuat, baik untuk kebutuhan modal kerja maupun konsumsi domestik.

Baca: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melonjak 471% Jadi Rp228 Miliar, Saham Bergerak Fluktuatif

Prospek Saham Bank Pekan Depan

Untuk perdagangan pekan depan, prospek sektor perbankan dinilai masih relatif kondusif. Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya profit taking setelah kenaikan harga yang terjadi selama beberapa sesi.

Nafan memperkirakan saham bank besar berpotensi bergerak range-bound atau mengalami konsolidasi sehat. Artinya, kenaikan tidak selalu berlangsung lurus karena investor dapat melakukan aksi ambil untung setelah saham mencatatkan penguatan mingguan.

Faktor kebijakan moneter juga akan menjadi perhatian. Ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif dari Bank Indonesia maupun Federal Reserve (The Fed) berpotensi membuka ruang bagi penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF).

Jika biaya dana dapat ditekan, kondisi tersebut berpotensi membantu menjaga net interest margin (NIM) perbankan sehingga memberikan dukungan terhadap prospek kinerja bank besar.

Rekomendasi Saham BBCA, BMRI dan BBNI

Dalam strategi untuk pekan berikutnya, Nafan memberikan rekomendasi akumulasi beli terhadap sejumlah saham Big Four.

Berikut target harga yang disebutkan:

SahamHarga 4 September 2026Target HargaPotensi Kenaikan*
BMRIRp4.420Rp4.720sekitar 6,8%
BBCARp6.700Rp7.900sekitar 17,9%
BBNIRp3.940Rp4.020sekitar 2,0%

*Potensi dihitung dari harga penutupan 4 September 2026 terhadap target harga dan bukan merupakan jaminan keuntungan.

Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa BBCA memiliki ruang kenaikan paling besar menuju target harga, sementara BMRI juga masih memiliki potensi apresiasi. BBNI memiliki ruang kenaikan yang lebih terbatas berdasarkan target yang diberikan.

Untuk BBRI, sumber rekomendasi tersebut tidak mencantumkan target harga khusus, meskipun saham ini justru mencatatkan kenaikan mingguan paling tinggi di antara Big Four, yakni 6,27%.

Fundamental dan Sentimen Asing Jadi Kunci

Ke depan, investor saham perbankan perlu memperhatikan beberapa faktor utama, mulai dari arus dana asing, arah suku bunga, pertumbuhan kredit, kualitas aset, NIM, hingga pergerakan rupiah.

Penguatan rupiah menjadi sentimen positif karena dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap aset domestik. Sebaliknya, apabila rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS, volatilitas saham perbankan berpotensi meningkat.

Di sisi lain, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat menjadi katalis bagi sektor perbankan. Suku bunga yang lebih rendah berpotensi meningkatkan permintaan kredit sekaligus memberikan ruang terhadap biaya dana, meski dampak akhirnya tetap bergantung pada kondisi likuiditas dan persaingan penghimpunan dana.

Investor Tetap Perlu Waspadai Profit Taking

Kenaikan mingguan BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI menunjukkan minat investor terhadap saham bank besar mulai membaik. Namun, pelemahan pada perdagangan Jumat menjadi pengingat bahwa investor juga mulai mengambil keuntungan setelah harga mengalami rebound.

Dengan demikian, pergerakan saham Big Four pada pekan depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi kombinasi antara arus dana asing, stabilitas rupiah, ekspektasi suku bunga BI dan The Fed, serta kondisi IHSG.

Baca: DeFi Development Siapkan Dana US$20 Juta, Saham CHAD Tawarkan Dividen 13% untuk Tambah Koleksi Solana

Bagi investor jangka menengah dan panjang, fundamental perbankan tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan. Sementara bagi investor jangka pendek, level support, resistance, volume perdagangan dan perubahan arus dana asing perlu menjadi perhatian.

Catatan: Target harga dan rekomendasi di atas merupakan pandangan analis yang dikutip sumber berita dan bukan jaminan kinerja saham di masa mendatang. Investor perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca