Tradingan – #Pasar #aset #kripto kembali #menunjukkan tanda-tanda #pemulihan setelah #sebelumnya #menghadapi #tekanan #jual cukup besar. #Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan #investor: apakah #rebound kripto kali ini hanya bersifat sementara atau justru menjadi awal dari pemulihan yang lebih berkelanjutan?
Needham & Company menilai pemulihan terbaru di pasar aset digital memiliki fondasi yang cukup kuat. Dalam catatan kepada klien pada Senin, 24 Agustus 2026, analis John Todaro menyebut terdapat sejumlah faktor yang mendukung keberlanjutan rebound tersebut.

Menurut Needham, terdapat tiga pilar utama yang menjadi dasar pandangan positif terhadap kondisi pasar kripto saat ini, yakni rotasi modal, berkurangnya tekanan aksi jual, serta perubahan sentimen investor.
Baca: Cara Membuat Alur Kerja AI untuk Analisis Trading Tanpa Eksekusi Otomatis
Rebound Kripto Dinilai Memiliki Fondasi Lebih Kuat
Needham menilai pemulihan aset digital saat ini tidak semata-mata terjadi karena momentum jangka pendek. Perubahan alokasi modal investor menjadi salah satu faktor penting yang membantu mengangkat kembali minat terhadap aset kripto.
“Seberapa berkelanjutan rebound kripto ini? Kami percaya ini memiliki fondasi yang kuat,” tulis John Todaro dalam catatan analis yang dikutip Investing.com.
Pandangan tersebut muncul ketika sejumlah aset dan sektor yang sebelumnya menjadi magnet bagi investor mulai kehilangan sebagian daya tariknya.
1. Terjadi Rotasi Modal Investor
Faktor pertama yang diperhatikan Needham adalah rotasi modal.
Saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang sebelumnya menarik perhatian investor ritel, mulai mengalami pendinginan. Kondisi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan regulasi menjelang pemilihan paruh waktu.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan ritel pada sejumlah komoditas, termasuk minyak dan logam, juga disebut mulai mereda.
Situasi ini membuka peluang bagi sebagian modal dan perhatian investor untuk kembali masuk ke aset kripto. Dengan berkurangnya dominasi beberapa tema investasi sebelumnya, kripto kembali terlihat lebih menarik secara relatif.
Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan Needham melihat adanya kemungkinan bahwa pemulihan pasar aset digital dapat berlanjut.
2. Tekanan Jual Kripto Mulai Berkurang
Pilar kedua adalah berkurangnya tekanan jual yang sebelumnya membebani pasar.
Needham mencatat bahwa sebagian besar aksi jual besar telah terjadi. Arus keluar dari ETF dan investor ritel sebelumnya memberikan tekanan terhadap pasar, sementara perusahaan publik juga mengurangi kepemilikan aset digital mereka.
Salah satu angka yang menjadi perhatian adalah penjualan Bitcoin oleh perusahaan yang memiliki perbendaharaan aset digital serta perusahaan penambangan Bitcoin.
Menurut Needham, perusahaan-perusahaan tersebut melepas sekitar 57.000 Bitcoin, dengan nilai sekitar US$4,2 miliar, sepanjang paruh pertama 2026.
Jika dihitung sejak awal kuartal keempat 2025, perusahaan publik yang memiliki Bitcoin telah menjual sekitar 69.500 BTC secara keseluruhan.
Baca Juga: Mengapa AI Trading 2026 Mulai Bergerak dari Bot ke Agent?
Besarnya jumlah Bitcoin yang telah dilepas tersebut menjadi penting karena berkurangnya tekanan dari sisi penjual dapat membantu menciptakan ruang bagi pemulihan harga apabila permintaan kembali meningkat.
3. Sentimen Investor Justru Sangat Lemah
Faktor ketiga yang dinilai menarik adalah kondisi sentimen pasar.
Secara historis, pasar kripto sering bergerak berlawanan dengan sentimen ekstrem. Ketika optimisme investor sudah terlalu tinggi, risiko koreksi meningkat. Sebaliknya, ketika sentimen berada pada tingkat yang sangat pesimistis, kondisi tersebut terkadang menjadi indikasi bahwa tekanan jual sudah mendekati titik jenuh.
Needham memiliki indikator internal bernama Crypto Euphoria Needham Diagram. Indikator tersebut berada di angka 13, yang dikategorikan sebagai kondisi “ketidaktertarikan maksimal”. Angka tersebut disebut sebagai pembacaan terendah sejak pasar bear pada 2022.
Menurut Needham, kondisi sentimen yang sangat rendah tersebut justru dapat menjadi salah satu indikasi terbentuknya titik dasar pasar.
Sebagai perbandingan, indikator tersebut pernah memasuki wilayah euforia pada Januari 2025 ketika terjadi lonjakan perdagangan meme coin. Periode euforia tersebut kemudian menjadi salah satu penanda penting dalam siklus pasar saat itu.
Masih Ada Bitcoin di Neraca Penambang yang Beralih ke AI
Meski tekanan jual telah berkurang, masih terdapat persediaan Bitcoin yang perlu diperhatikan investor.
Needham memperkirakan sekitar 70.000 Bitcoin masih berada dalam neraca perusahaan penambang yang mulai melakukan diversifikasi atau beralih ke bisnis kecerdasan buatan.
Jumlah tersebut sebenarnya sudah turun cukup jauh dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai sekitar 100.000 Bitcoin.
Artinya, masih terdapat potensi pasokan Bitcoin dari kelompok tersebut apabila perusahaan membutuhkan likuiditas atau kembali melakukan penjualan. Namun, penurunan kepemilikan dari 100.000 BTC menjadi sekitar 70.000 BTC menunjukkan bahwa sebagian tekanan pasokan telah terserap pasar.
Apakah Rebound Kripto Bisa Berlanjut?
Pandangan Needham memberikan gambaran bahwa rebound kripto 2026 memiliki sejumlah faktor pendukung. Namun, hal tersebut bukan berarti pasar terbebas dari risiko.
Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya tetap dipengaruhi oleh kondisi likuiditas global, kebijakan moneter, regulasi, arus dana institusional, sentimen investor, serta kondisi pasar saham dan aset berisiko lainnya.
Karena itu, investor tetap perlu membedakan antara rebound jangka pendek dan perubahan tren jangka panjang.
Jika rotasi modal terus berlangsung, tekanan jual dari pemegang besar semakin berkurang, dan sentimen pasar mulai pulih secara bertahap, maka rebound memiliki peluang untuk berkembang menjadi tren yang lebih kuat.
Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat atau investor kembali menghindari aset berisiko, pasar kripto masih dapat mengalami volatilitas tinggi.
Bitcoin Tetap Menjadi Perhatian Utama
Bitcoin masih menjadi aset utama yang menjadi perhatian ketika membahas pemulihan pasar kripto. Pergerakannya tidak hanya memengaruhi investor Bitcoin, tetapi juga sering menjadi indikator bagi kondisi pasar altcoin secara keseluruhan.
Pemulihan Bitcoin yang disertai meningkatnya volume perdagangan dan arus dana ke produk investasi berbasis kripto akan menjadi faktor penting untuk melihat apakah momentum saat ini benar-benar memiliki daya tahan.
Needham sendiri telah menaikkan estimasi volume kripto di berbagai bursa dan platform yang menjadi cakupan analisanya, sebuah sinyal bahwa aktivitas pasar mulai menunjukkan perbaikan.
Baca Juga: Harga Emas Antam 25 Agustus 2026 Naik Rp18.000 Jadi Rp2.768.000 per Gram
Kesimpulan
Rebound pasar kripto kali ini dinilai memiliki dasar yang lebih kuat dibandingkan sekadar reli spekulatif jangka pendek. Needham & Company melihat tiga faktor utama yang mendukung pandangan tersebut, yaitu rotasi modal investor, berkurangnya tekanan aksi jual, dan sentimen pasar yang berada di level sangat rendah.
Penjualan Bitcoin oleh perusahaan publik dan penambang dalam jumlah besar sebelumnya telah memberikan tekanan signifikan terhadap pasar. Namun, sebagian tekanan tersebut dinilai sudah terserap, sementara indikator sentimen menunjukkan investor belum berada dalam kondisi euforia.
Meski demikian, pasar kripto tetap merupakan pasar dengan volatilitas tinggi. Pandangan analis bukanlah jaminan bahwa harga Bitcoin atau aset kripto lainnya akan terus naik.
Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan arus dana, volume perdagangan, kebijakan regulator, kondisi ekonomi global, serta perubahan sentimen sebelum mengambil keputusan investasi.
