Dolar AS Tetap Kokoh, Sterling dan Euro Bergerak Terbatas Jelang Data Tenaga Kerja Amerika Serikat


Tradingan – #Sterling dan #euro #bergerak #terbatas #terhadap #dolar #Amerika Serikat (AS) #pada #perdagangan #Rabu (5/8/2026), di #tengah #menguatnya #sentimen risiko global yang belum mampu melemahkan posisi greenback. Pelaku pasar masih memilih berhati-hati menjelang serangkaian data ekonomi penting AS yang diperkirakan akan menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) dalam beberapa bulan ke depan.

Dolar AS Tetap Kokoh Sterling dan Euro Bergerak Terbatas Jelang Data Tenaga Kerja Amerika Serikat
Dolar AS Tetap Kokoh, Sterling dan Euro Bergerak Terbatas Jelang Data Tenaga Kerja Amerika Serikat

Hingga perdagangan sore, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1,3481, naik sekitar 0,24%, sementara EUR/USD berada di sekitar 1,1540, menguat tipis sekitar 0,08%. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) masih bertahan di sekitar level psikologis 100, mencerminkan kuatnya permintaan terhadap mata uang AS meskipun pasar saham global bergerak positif dan harga minyak dunia mengalami penurunan.

Baca: Kinerja MNC Bank Semester I 2026 Tumbuh Signifikan, Aset Tembus Rp21,68 Triliun dan Kredit Naik 12,80%

Dolar Tetap Tangguh Meski Selera Risiko Meningkat

Analis mata uang dari ING, Chris Turner, menilai ketahanan dolar menjadi tema utama perdagangan pekan ini. Biasanya, penurunan harga minyak dan kenaikan pasar saham global akan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Namun kali ini kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi.

Optimisme mengenai perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk peluang tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan dan membuka kembali jalur perdagangan energi, memang meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih mempertahankan sikap hawkish membuat dolar tetap memperoleh dukungan.

Pasar Menunggu Data ADP dan Nonfarm Payrolls

Fokus utama investor kini tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

Data ADP Employment Change dan ISM Services PMI dipandang sebagai indikator awal sebelum laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Jika pasar tenaga kerja tetap menunjukkan kekuatan, peluang Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan suku bunga akan semakin besar.

Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang lebih lemah berpotensi mendorong pelemahan dolar karena meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mengambil sikap yang lebih longgar di masa mendatang.

Baca: Panduan Membuat Trading Plan dari Nol

Sterling Bergerak Tanpa Katalis Domestik Baru

Pergerakan pound sterling pada perdagangan hari ini relatif tidak dipengaruhi oleh data ekonomi Inggris. Pelaku pasar masih mencermati hasil rapat terakhir Bank of England (BoE).

BoE sebelumnya mempertahankan suku bunga melalui keputusan dengan komposisi suara 6-3, sedikit lebih hawkish dibandingkan perkiraan pasar. Namun Gubernur Andrew Bailey menegaskan bahwa proses penurunan inflasi masih berjalan sesuai harapan sehingga belum ada kebutuhan untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Sejumlah pembuat kebijakan juga mulai membuka peluang bahwa pemangkasan suku bunga dapat kembali dipertimbangkan apabila risiko geopolitik global terus mereda dan tekanan inflasi semakin terkendali.

Euro Sulit Memperpanjang Reli

Sementara itu, euro masih kesulitan mempertahankan momentum penguatan terhadap dolar.

Padahal, ekonomi kawasan euro menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan dengan produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua tumbuh sekitar 0,4%, sementara inflasi Juli meningkat menjadi sekitar 2,9%, menjaga kemungkinan Bank Sentral Eropa (ECB) tetap mempertimbangkan kebijakan yang relatif ketat.

Namun sejumlah faktor masih membatasi kenaikan euro, termasuk gangguan logistik akibat kondisi kekeringan yang memengaruhi jalur transportasi sungai utama di Eropa serta kuatnya posisi dolar AS di pasar global.

Menurut analis ING, apabila EUR/USD mampu menembus area 1,1550–1,1560, maka peluang menuju kisaran 1,1615–1,1620 akan semakin terbuka. Sebaliknya, penguatan dolar akibat perubahan ekspektasi kebijakan Fed dapat kembali menekan mata uang tunggal Eropa tersebut.

Prospek Pasar Valas

Dalam jangka pendek, arah perdagangan mata uang global diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh:

  • Data ketenagakerjaan AS (ADP dan Nonfarm Payrolls).
  • Indeks aktivitas sektor jasa (ISM Services PMI).
  • Perkembangan ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
  • Situasi geopolitik di Timur Tengah.
  • Prospek kebijakan Bank of England dan Bank Sentral Eropa.

Baca Juga: Cara Mengevaluasi Trading Setiap Akhir Pekan: Kebiasaan Sederhana yang Meningkatkan Performa Trading

Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan, dolar diperkirakan tetap memperoleh dukungan meskipun sentimen risiko global terus membaik. Sebaliknya, kejutan negatif pada data tenaga kerja berpotensi memicu pelemahan dolar dan memberi ruang bagi sterling maupun euro untuk melanjutkan penguatan terhadap mata uang AS.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca