Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed, Sterling dan Euro Tertekan, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Suku Bunga


Tradingan – #Dolar #Amerika #Serikat (AS) #kembali #menunjukkan #penguatan #terhadap #sejumlah #mata uang #utama dunia pada #perdagangan Selasa. Sementara itu, nilai tukar poundsterling dan euro mengalami pelemahan seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed Sterling dan Euro Tertekan Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Suku Bunga
Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed, Sterling dan Euro Tertekan, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang hampir 40% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi tersebut mendorong investor meningkatkan kepemilikan dolar AS sebagai aset yang dinilai lebih aman menjelang pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Baca: Harga EOS Anjlok 16,09% dalam Sehari, Masih Terpuruk 99,71% dari Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sterling dan Euro Melemah terhadap Dolar AS

Pada pukul 17.30 WIB, pasangan mata uang GBP/USD tercatat turun ke level 1,3278 atau melemah sekitar 0,16% dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, EUR/USD juga bergerak lebih rendah ke posisi 1,1357 atau turun sekitar 0,13%.

Pelemahan kedua mata uang tersebut terutama dipicu oleh penguatan dolar AS secara luas, bukan karena adanya perkembangan ekonomi signifikan di Inggris maupun kawasan euro.

Pasar Mulai Percaya The Fed Bisa Lebih Agresif

Global Head of Markets sekaligus Regional Head of Research UK & CEE ING, Chris Turner, mengatakan pasar valuta asing mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Menurutnya, sebagian pelaku pasar mulai meyakini bahwa langkah lebih cepat dari The Fed dapat meningkatkan kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi sekaligus mengurangi kebutuhan pengetatan kebijakan moneter yang lebih besar di masa mendatang.

Ia juga menilai minimnya komunikasi dari pihak Federal Reserve dalam beberapa waktu terakhir telah memicu berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan suku bunga.

Indeks Dolar Berpotensi Naik ke Level Tertinggi

Chris Turner memperkirakan indeks dolar AS (DXY) masih memiliki peluang bertahan di sekitar level 101,50. Bahkan, menurutnya terdapat kemungkinan indeks tersebut kembali menguji level tertinggi bulan Juni di kisaran 101,80 apabila sentimen hawkish semakin menguat.

Baca: Kebiasaan Mental yang Membuat Trader Bertahan di Pasar Bertahun-Tahun

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang utama lainnya, termasuk euro dan poundsterling.

Investor Menunggu Sejumlah Data Ekonomi AS

Selain menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), investor juga mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Selasa.

Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain:

  • Data ketenagakerjaan ADP.
  • Neraca perdagangan pendahuluan bulan Juni.
  • Indeks kepercayaan konsumen bulan Juli.

Dari ketiga data tersebut, laporan ADP dinilai sebagai indikator terpenting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS sebelum rilis data Non-Farm Payroll.

Apabila data menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, maka dolar AS diperkirakan memperoleh tambahan sentimen positif.

Faktor Risiko Masih Membayangi Pasar

Meski prospek dolar masih terlihat kuat, Turner mengingatkan terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan investor.

Di antaranya adalah pelemahan harga minyak dunia serta aksi jual saham-saham sektor semikonduktor yang dipicu meningkatnya persaingan industri dari China dan pengawasan terhadap transaksi besar perusahaan teknologi di Amerika Serikat.

Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mengubah kecenderungan investor yang masih memilih mempertahankan posisi pada dolar menjelang keputusan The Fed.

Bank of England Juga Menjadi Sorotan

Di Inggris, perhatian pasar mulai beralih menuju pertemuan Bank of England (BoE) yang akan digelar pekan ini.

ING menilai bank sentral Inggris kemungkinan akan kembali menegaskan bahwa ambang batas untuk melakukan kenaikan suku bunga masih cukup tinggi. Sikap tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap poundsterling dalam jangka pendek.

Dengan demikian, pelemahan sterling lebih banyak dipengaruhi oleh dominasi dolar AS dibandingkan faktor domestik Inggris.

Euro Tetap Terbebani Meski Harga Energi Turun

Sementara itu, euro juga belum mampu memanfaatkan turunnya harga energi yang sebenarnya memberikan keuntungan bagi perekonomian kawasan Eropa.

Menurut Turner, fokus pasar saat ini sepenuhnya tertuju pada kebijakan Federal Reserve sehingga sentimen positif dari penurunan harga energi belum mampu mengangkat nilai tukar mata uang euro.

ING memperkirakan apabila EUR/USD menembus area support di level 1,1360, maka peluang penurunan menuju level 1,1325 akan semakin terbuka.

Di sisi lain, pasangan EUR/GBP diperkirakan tetap bertahan di sekitar level 0,8550, bahkan masih memiliki peluang bergerak menuju 0,88 hingga akhir tahun.

Dolar Diprediksi Tetap Dominan

Dalam skenario dasar yang disusun ING, dolar AS diperkirakan masih akan mempertahankan penguatannya menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve.

Bahkan pasangan USD/CHF dipandang sebagai instrumen yang paling mencerminkan prospek kebijakan hawkish The Fed dan berpotensi bergerak menuju level 0,85 pada Agustus apabila bank sentral AS memberikan kejutan berupa kenaikan suku bunga.

Sebaliknya, sentimen positif terhadap dolar baru berpotensi berbalik apabila Federal Reserve menyampaikan pernyataan yang lebih lunak dari perkiraan atau jika data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang mengecewakan.

Baca Juga : Cara Membangun Pola Pikir Berbasis Probabilitas dalam Trading

Kesimpulan

Perdagangan pasar valuta asing saat ini masih didominasi ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Penguatan dolar AS terus menekan sterling maupun euro karena investor memilih aset yang dinilai lebih aman menjelang keputusan suku bunga.

Selain hasil rapat FOMC, data ekonomi Amerika Serikat juga akan menjadi penentu arah pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan. Apabila The Fed benar-benar mengadopsi sikap yang lebih hawkish, maka peluang penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia diperkirakan masih akan berlanjut.

2 Replies to “Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed, Sterling dan Euro Tertekan, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Suku Bunga”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.

Eksplorasi konten lain dari Tradingan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca