CEO BlackRock Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus $150, Ancaman Iran Picu Risiko Resesi Global


Tradingan – #Kenaikan #harga #minyak #dunia #kembali #menjadi #sorotan di #tengah #meningkatnya #ketegangan #geopolitik di #Timur #Tengah. CEO BlackRock, Larry Fink, memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga $150 per barel jika ancaman dari Iran terus berlanjut. Kondisi ini dinilai dapat memicu resesi global yang berdampak luas pada perekonomian dunia.

Baca juga: Analisis Struktur High dan Low dalam Market Trending

CEO BlackRock Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus $150, Ancaman Iran Picu Risiko Resesi Global

Ancaman Iran Dorong Lonjakan Harga Minyak

Larry Fink, CEO dari perusahaan investasi global BlackRock, mengungkapkan bahwa konflik yang melibatkan Iran dapat mengganggu stabilitas pasar energi dunia. Jika ancaman terhadap jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz terus terjadi, harga minyak bisa bertahan di atas $100 bahkan mendekati $150 dalam jangka panjang.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi menciptakan krisis energi global yang serius.

Dampak Terhadap Ekonomi Global

Fink menegaskan bahwa jika harga minyak mencapai $150 per barel dan bertahan lama, maka dunia berisiko mengalami resesi global. Ia menyebut kondisi ini akan membawa “implikasi besar terhadap ekonomi dunia.”

Kenaikan harga energi juga akan meningkatkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta menekan daya beli masyarakat. Bahkan, biaya energi yang tinggi disebut sebagai “pajak regresif” karena lebih membebani kelompok berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Bagaimana Menggunakan Range Market untuk Menentukan Entry

Pasar Energi Semakin Tidak Stabil

Sejak konflik meningkat, harga minyak mengalami fluktuasi tajam. Meskipun sempat turun akibat harapan gencatan senjata, ketidakpastian geopolitik masih membuat pasar sangat rentan.

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut gangguan pasokan saat ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah, menunjukkan betapa seriusnya dampak konflik terhadap energi global.

Dua Skenario Masa Depan Harga Minyak

Menurut Fink, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi:

  1. Skenario positif: Konflik mereda dan Iran kembali diterima dalam sistem global, sehingga harga minyak turun.
  2. Skenario negatif: Ancaman Iran terus berlanjut, menyebabkan harga minyak bertahan tinggi di kisaran $100–$150 dalam waktu lama.

Skenario kedua inilah yang paling dikhawatirkan karena dapat memicu krisis ekonomi global yang lebih dalam.

Dampak Jangka Panjang: Percepatan Energi Terbarukan

Menariknya, lonjakan harga minyak juga bisa mempercepat transisi ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Negara-negara diperkirakan akan mencari alternatif energi yang lebih stabil dan terjangkau untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.

Baca Juga: Morgan Stanley: Sektor Industri AS Diuntungkan Tren Reshoring, Ini Dampak dan Saham Pilihannya

Kesimpulan

Peringatan dari CEO BlackRock menjadi sinyal serius bagi dunia bahwa konflik geopolitik memiliki dampak besar terhadap ekonomi global. Jika ketegangan dengan Iran tidak segera mereda, lonjakan harga minyak hingga $150 per barel bukanlah hal yang mustahil—dan risiko resesi global pun semakin nyata.

One Reply to “CEO BlackRock Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus $150, Ancaman Iran Picu Risiko Resesi Global”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.