Tradingan – #Indeks #Harga #Saham #Gabungan (IHSG) #kembali #mengalami #koreksi #sebesar 0,43% #dalam #sepekan #terakhir dan #ditutup di level 8.235,48 pada Jumat (27/2/2026), mencerminkan tingginya tekanan jual dan volatilitas pasar. Meski pada penutupan pekan IHSG sedikit menguat secara harian, namun tren mingguan menunjukkan kecenderungan turun akibat sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pasar modal Indonesia.

📉 Pergerakan IHSG Pekan Ini
IHSG menutup perdagangan dengan pergerakan yang tidak stabil sepanjang pekan. Pertumbuhan mingguan tertahan oleh aksi ambil untung dan ketidakpastian global yang signifikan, termasuk tekanan geopolitik serta kebijakan tarif perdagangan dunia. Fenomena ini mendorong pelaku pasar berhati-hati dan mengurangi agresivitasnya dalam transaksi saham.
🌍 Sentimen Global yang Mempengaruhi IHSG
Sentimen global menjadi faktor utama volatilitas IHSG pekan ini:
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah khususnya eskalasi ancaman invasi AS dan sekutu ke Iran, yang meningkatkan ketidakpastian pasar global.
- Kebijakan tarif dagang global, terutama dari Amerika Serikat, yang mengubah arah sentimen investor di pasar Asia termasuk Indonesia.
Kondisi tersebut membuat investor global cenderung mengalihkan alokasi aset mereka ke instrumen safe haven seperti emas dan obligasi, serta berhati-hati dalam menyusun portofolio saham di pasar berkembang.
Baca juga: Mengelola Risiko Saat Equity Naik Terlalu Cepat dalam Trading
📊 Sentimen Domestik: Data Ekonomi Indonesia dan Faktor Teknis
Dari sisi domestik, para analis menilai sejumlah indikator ekonomi akan menjadi fokus pasar pada pekan berikutnya, antara lain:
✔ Data S&P Global Manufacturing PMI
✔ Neraca perdagangan bulan Januari 2026
✔ Inflasi domestik bulan Februari 2026
✔ Cadangan devisa terbaru Indonesia
Data-data ini diperkirakan akan memberikan gambaran fundamental bagi arah pasar modal Indonesia serta keputusan investor institusional.
📅 Prospek IHSG Minggu Depan
Menurut analis Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 8.100–8.350 pada minggu depan, tergantung reaksi pasar terhadap data ekonomi domestik yang akan dirilis dan dinamika pasar global.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas melihat bahwa potensi penguatan IHSG masih mungkin terjadi bila data neraca perdagangan dan inflasi domestik memberikan sinyal positif. Namun, arah pergerakan IHSG juga akan bergantung pada perilisan data penting dari AS seperti indeks ISM dan nonfarm payrolls.
📌 Saham yang Layak Dicermati Investor
Beberapa saham yang mendapat perhatian analis untuk potensi pergerakan harga di minggu mendatang antara lain:
- HRUM
- NCKL
- SMDR
- AMMN
- ERAA
- MAIN
Baca Juga: Kenapa Trader Rugi Padahal Risk Cuma 1%?
Sementara itu saham-saham unggulan seperti INDY, TAPG, dan UNVR mendapat rekomendasi target harga dari analis berdasarkan potensi pergerakan fundamental dan teknikal.



