Tradingan – #Indeks #Harga #Saham #Gabungan (#IHSG) #menunjukkan #sikap #hati-hati #para #pelaku #pasar #setelah #mengalami #tekanan jual yang signifikan pada akhir pekan lalu. Dari sisi teknikal, sejumlah analis memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada pembukaan perdagangan berikutnya. Artikel ini merangkum perkembangan terbaru, proyeksi teknikal, serta level support dan resistance yang perlu dicermati investor menanggapi dinamika pasar modal Indonesia.
Baca juga: Trading Identity Crisis: Ganti Sistem Terus Karena Tidak Percaya Diri

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Jumat (6/2/2026). IHSG terkoreksi sebesar 2,08 persen ke level 7.935 dengan masih didominasi tekanan jual.
Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada pembukaan besok, Senin (9/2/2026). Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan bahwa area koreksi yang diperkirakan sebelumnya telah tercapai.
Baca Juga: Emotional Anchoring ke Harga Entry: Kesalahan Psikologis yang Menghancurkan Konsistensi Trader
“Cermati area koreksi selanjutnya yang berada di 7.712–7.785,” tulis MNC Sekuritas dalam MNCS Daily Scope.
Kendati demikian, MNC Sekuritas tetap memproyeksikan akan adanya penguatan yang diperkirakan terjadi pada rentang 8.000 ke atas.
“Selama masih mampu berada di atas 7.712 sebagai supportnya maka IHSG berpeluang menguat ke rentang 8.284–8.440,” lanjut MNC Sekuritas.
Baca Juga: Bitcoin Turun di Bawah Support US$70.000: Analisis Risiko Crash 37% dan Prospek Harga BTC
Untuk level support IHSG berada di area 7.712, 7.547. Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran 8.214, 8.354.




[…] Baca juga: IHSG Diproyeksi Terkoreksi pada Perdagangan Besok: Analisis & Proyeksi Support–Resistance […]