Rupiah Tertekan di Dekati Level Terendah Sejak 1998: Penyebab, Dampak & Prospek


Tradingan – #Nilai #tukar #rupiah #Indonesia (IDR) #kembali #mendapat #tekanan #kuat dan #bergerak #mendekati #level #terendah #dalam #hampir tiga dekade, dipengaruhi faktor ekonomi global dan domestik. Pada pekan berlangsung, rupiah sempat berada di sekitar Rp16.900 per dolar AS, mendekati rekor terendah historis sekitar Rp16.960 per dolar AS. Tekanan ini terjadi di tengah antisipasi pelonggaran moneter, tren pelemahan mata uang regional, serta kekhawatiran pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Baca juga: Harga Emas XAU/USD Stabil di Sekitar $4.600: Konsolidasi Setelah Rekor & Prospek Trend Selanjutnya

Rupiah Tertekan di Dekati Level Terendah Sejak 1998: Penyebab, Dampak & Prospek

1. Tekanan Nilai Tukar dan Intervensi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pelemahan rupiah mencerminkan gejolak di pasar global dan regional. BI tetap aktif melakukan intervensi di pasar spot, DNDF (non-deliverable forwards), serta obligasi untuk menjaga kestabilan nilai tukar sesuai fundamental ekonomi. Selain itu, BI telah memangkas suku bunga secara bertahap sejak September 2024 untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang relatif rendah.


2. Faktor Global yang Menekan Rupiah

Beberapa faktor eksternal yang memperlemah rupiah meliputi:

  • Penguatan dolar AS, seiring data ekonomi AS yang kuat sehingga menahan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed.
  • Ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global, termasuk potensi tarif dan konflik dagang AS–Tiongkok yang menekan sentimen investasi di pasar berkembang.
  • Arus keluar modal asing dari aset Indonesia, yang mengurangi permintaan rupiah.

Akibatnya, rupiah menjadi salah satu mata uang emerging market yang paling tertekan di Asia.

Baca juga: Mengapa Blockchain Universal Gagal Memenuhi Kebutuhan Dunia Nyata


3. Faktor Domestik: Kebijakan Fiskal dan Defisit

Kondisi fiskal Indonesia menjadi sorotan investor:

  • Program sosial besar dan belanja negara yang tinggi telah mendorong defisit anggaran mendekati batas hukum 3 % dari PDB, menciptakan kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal.
  • Ketergantungan pada modal asing untuk menutup defisit dan defisit akun berjalan berarti volatilitas global lebih cepat mempengaruhi nilai rupiah.

4. Dampak Pelemahan Rupiah

Pelemahan mata uang memiliki dampak luas:

Keuntungan bagi eksportir dan pariwisata: Pendapatan di sektor ekspor bisa meningkat karena harga barang ekspor lebih kompetitif, sementara turis asing merasakan daya beli lebih tinggi di Indonesia.
Tekanan biaya impor dan inflasi: Kenaikan biaya impor bahan baku dan energi bisa memicu inflasi dan menekan margin perusahaan manufaktur.
Kewajiban utang luar negeri lebih berat: Perusahaan dan pemerintah yang memiliki utang denominasi dolar menghadapi beban pembayaran yang lebih besar.

Baca juga: Wall Street Futures Menguat Didukung Reli Saham Teknologi – Nasdaq Naik Hingga 1%


5. Prospek dan Skenario Pasar

Para analis memperkirakan rupiah akan tetap volatile dalam jangka pendek, terutama menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi global. Dukungan intervensi BI dan stabilisasi pasar keuangan akan menjadi kunci untuk menahan pelemahan lebih lanjut, namun ketidakpastian fiskal dan arus modal global tetap menjadi risiko utama.

One Reply to “Rupiah Tertekan di Dekati Level Terendah Sejak 1998: Penyebab, Dampak & Prospek”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.