Tradingan – #Harga #Bitcoin (BTC) #kembali #menunjukkan #pelemahan #menjelang #pembukaan #pasar #Wall #Street #pada #hari #Selasa, seiring meningkatnya spekulasi trader terhadap potensi penurunan lanjutan dalam waktu dekat. Data dari TradingView menunjukkan bahwa pasangan BTC/USD diperdagangkan melemah sekitar 1% secara harian, menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar kripto.

Baca juga: Fundstrat Prediksi Koreksi Bitcoin Awal 2026, Harga Berpotensi Turun ke US$60.000
Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin kembali gagal menembus level psikologis $90.000, yang kini berfungsi sebagai area resistensi kuat. Sementara itu, aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak justru mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa, memperlihatkan perbedaan arah yang semakin jelas antara pasar kripto dan logam mulia.
Tekanan Jual Bitcoin Meningkat, Short Position Bertambah
Trader kripto ternama, Daan Crypto Trades, mengamati bahwa Bitcoin terus mengalami penolakan di area 200-period Moving Average (MA) pada timeframe 4 jam. Menurutnya, selama BTC belum mampu menembus “awan” MA 200 SMA dan EMA tersebut, pergerakan harga akan tetap berada dalam fase konsolidasi yang bergejolak.
“Bitcoin terus tertahan oleh resistance tren 4H 200MA/EMA. Jika ingin keluar dari fase sideways ini, level tersebut harus ditembus terlebih dahulu,” jelas Daan melalui platform X.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh Crypto Tony, yang memilih menunggu harga mencetak level terendah baru secara intraday sebelum membuka posisi long. Hal ini mencerminkan kehati-hatian trader dalam menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi.
Whale Buka Posisi Short Senilai $250 Juta
Analis kripto dan pengusaha, Ted Pillows, menyoroti bahwa setiap upaya Bitcoin mendekati level $90.000 selalu dihadapkan pada tekanan jual yang besar. Selama zona tersebut belum berhasil direbut kembali, pergerakan sideways diperkirakan akan berlanjut.
Pillows juga mengungkap adanya aktivitas besar dari pelaku pasar bermodal besar (whale), yang membuka posisi short pada Bitcoin, Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) dengan total nilai hampir $250 juta. Aksi ini semakin memperkuat sentimen bearish jangka pendek di pasar kripto.
Sinyal Bullish Muncul dari Divergensi RSI Bitcoin
Meski tekanan jual masih kuat, sebagian pelaku pasar mulai menyoroti sinyal teknikal bullish yang muncul pada timeframe lebih besar. Pada grafik tiga hari, Relative Strength Index (RSI) Bitcoin membentuk higher low, sementara harga justru mencetak lower low — sebuah pola klasik yang dikenal sebagai bullish divergence.
Trader kripto Jelle menilai bahwa pola ini mengindikasikan kemungkinan pembentukan dasar harga (bottom). Ia bahkan optimistis bahwa Bitcoin berpotensi kembali menuju level enam digit dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Ted Pillows menambahkan bahwa dalam dua kejadian sebelumnya, pola divergensi bullish serupa pada grafik tiga hari selalu diikuti oleh pembentukan bottom harga Bitcoin, yang kemudian berlanjut pada fase pemulihan.
Bitcoin vs Emas: Divergensi di Tengah Rekor ATH Emas
Sementara emas mendekati harga $4.500 per ons, grafik harian BTC/XAU juga menunjukkan tanda-tanda divergensi bullish di area support penting. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun emas terus menguat, Bitcoin berpotensi mengejar ketertinggalannya dalam jangka menengah.
Laporan terbaru dari QCP Capital menyebutkan bahwa menjelang pekan Natal, likuiditas pasar mulai menipis seiring trader menutup posisi mereka sebelum libur akhir tahun. Kondisi ini berpotensi memperbesar volatilitas harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Baca juga: Lonjakan Burn Shiba Inu 3,9 Juta Persen: Akankah SHIB Bangkit Menuju $0.000010?
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Bitcoin masih berada dalam fase tekanan jangka pendek dengan resistance kuat di area $90.000. Namun, munculnya divergensi bullish pada beberapa indikator teknikal memberikan harapan bahwa koreksi ini bisa menjadi peluang buy the dip bagi investor jangka menengah hingga panjang. Seperti biasa, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi pasar kripto yang dinamis.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Setiap keputusan trading dan investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.




[…] Baca Juga: Bitcoin Tertekan di Bawah $90.000, Sinyal Divergensi Bullish Muncul di Tengah Tekanan Pasar […]