Saham Kripto Bangkit Usai Komentar Jerome Powell, Momen Rebound?


Tradingan – #Saham #kripto dan #aset #digital #seperti #Bitcoin #merangkak #naik #setelah #komentar lunak #Jerome Powell dari #The Fed. Bagaimana prospek saham Coinbase, MicroStrategy, dan pasar kripto ke depan? Baca analisis lengkapnya di sini.

Pasar aset kripto dan saham perusahaan yang terikat erat dengannya mendapatkan angin segar pada hari Rabu. Sentimen positif ini dipicu oleh komentar dari Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, yang memberikan sinyal mengenai prospek penurunan suku bunga yang lebih dalam. Komentar ini menjadi katalis yang sangat dibutuhkan untuk menghentikan tren penurunan yang terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Shiba Inu (SHIB) Meledak! Laju Burn Naik 27.000%, Shibarium Kembali Beroperasi

Saham-saham perusahaan yang menjadi pilar di industri kripto, seperti MicroStrategy (MSTR) dan Coinbase Global (COIN), menunjukkan performa positif dalam perdagangan pra-pasar, mencerminkan optimisme yang kembali mengalir ke aset digital seperti Bitcoin (BTC).

Saham Kripto Bangkit Usai Komentar Jerome Powell, Momen Rebound?

Rincian Pergerakan Saham Kripto di Awal Sesi

Pada sesi perdagangan Rabu, sebelum bel pasar dibuka di Wall Street, pergerakan saham-saham kripto cukup signifikan:

  • MicroStrategy (MSTR): Saham perusahaan yang dikenal sebagai “treasurer Bitcoin” ini naik 1.6%. Kenaikan ini merupakan pemulihan yang menyambut baik setelah sempat anjlok 4.7% pada sesi sebelumnya.
  • Coinbase Global (COIN): Saham platform pertukaran kripto terbesar di AS ini menguat 1.5%, bangkit dari penurunan 4.3% di hari Selasa.
  • Indeks Pasar Luas: Sentimen risiko yang membaik juga tercermin dari penguatan berjangka indeks S&P 500, yang naik 0.6%, menunjukkan bahwa modal mulai mengalir kembali ke aset-aset berisiko.

Pergerakan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Semuanya berawal dari pidato dan testimoni Jerome Powell di depan Kongres AS.

Apa Sebenarnya yang Dikatakan Jerome Powell?

Jerome Powell, dalam penampilannya di depan Komisi Perbankan Senat, menyampaikan pesan yang dianggap “dovish” (lunak) oleh pasar. Inti dari pesannya adalah bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan.

Bagi The Fed, data pelemahan di pasar tenaga kerja ini bukanlah berita buruk, melainkan sebuah prasyarat yang diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi telah benar-benar terkendali menuju target 2%. Powell menegaskan bahwa The Fed tidak perlu, dan tidak akan, menunggu hingga inflasi benar-benar mencapai 2% untuk mulai memotong suku bunga.

Dengan kata lain, kelemahan di lapangan kerja memberikan ruang lingkup (scope) dan keyakinan bagi bank sentral untuk melanjutkan siklus pemotongan suku bunga tanpa khawatir memicu inflasi kembali melonjak.

Baca juga: Trading Menggunakan Correlation Matrix antar Pair Forex & Altcoin

Dampak Langsung pada Pasar Kripto dan Ekspektasi Suku Bunga

Komentar Powell ini langsung disambut oleh pasar keuangan. Trader semakin memperkuat taruhan mereka bahwa The Fed akan memotong biaya pinjaman (suku bunga) hingga setengah poin persentase (50 basis points) antara sekarang dan akhir tahun 2024.

Mengapa ini baik untuk kripto?

  1. Biaya Peluang yang Lebih Rendah: Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung menyimpan uangnya di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi pemerintah yang memberikan yield menarik. Penurunan suku bunga membuat imbal hasil dari instrumen “aman” ini menjadi kurang menarik, sehingga mendorong modal mengalir ke aset-aset berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar, seperti saham teknologi dan aset kripto.
  2. Likuiditas yang Meningkat: Lingkungan suku bunga rendah biasanya berarti likuiditas yang lebih banyak dalam sistem keuangan. Uang “murah” ini sering mencari tempat untuk berinvestasi, dan pasar kripto adalah salah satu tujuan potensialnya.
  3. Pelindung terhadap Inflasi: Meskipun konteksnya adalah inflasi yang turun, banyak investor masih memandang Bitcoin sebagai “penyimpan nilai” (store of value) jangka panjang, serupa dengan emas digital. Kebijakan moneter yang longgar secara historis telah mendukung naratif ini.

Tantangan dan Tekanan yang Masih Membayangi

Meski mendapat suntikan semangat dari The Fed, pasar kripto masih menghadapi beberapa tantangan berat yang menyebabkan volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

  • Ketegangan Perdagangan AS-China: Meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia ini telah menciptakan ketidakpastian di pasar global. Ketidakpastian seringkali menyebabkan investor menuju ke safe-haven, yang sebelumnya membuat tekanan jual pada aset berisiko seperti kripto.
  • Kinerja Buruk dalam 3 Bulan: Optimisme hari ini harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas. Saham MicroStrategy, misalnya, masih tercatat anjlok 33% dalam 3 bulan terakhir. Kekhawatiran utama investor adalah jika harga Bitcoin terus-menerus dalam tekanan, nilai cadangan Bitcoin yang dimiliki perusahaan akan menyusut drastis, membebani neraca keuangannya.

Sorotan pada MicroStrategy: Raja Bitcoin Korporat

MicroStrategy, yang dipimpin oleh Michael Saylor, telah bertransformasi dari perusahaan perangkat lunak menjadi sebuah “ETF Bitcoin” yang diperdagangkan di bursa. Komitmennya terhadap Bitcoin tidak main-main.

Hingga Senin, 10 Juni 2024, perusahaan ini dilaporkan memegang 640,250 Bitcoin. Dengan harga Bitcoin yang berkisar di level tertentu, posisi ini nilainya setara dengan $72 miliar. Strategi agresif MicroStrategy ini ibarat pedang bermata dua: saat Bitcoin naik, kinerja sahamnya bisa melampaui pasar, tetapi saat Bitcoin jatuh, penurunannya juga akan lebih dalam.

Prospek Kedepan: Apakah Ini Awal Rebound Berkelanjutan?

Pertanyaan besarnya adalah, apakah kenaikan ini akan berlanjut atau hanya sekadar “relief rally” sesaat?

Agar rebound yang berkelanjutan dapat terjadi, platform seperti Coinbase dan aset seperti Bitcoin perlu memulihkan kerugian baru-baru ini dan menembus level-level resistensi kunci. Pasar akan sangat memperhatikan:

  1. Data Ekonomi AS: Setiap laporan inflasi (CPI) dan data tenaga kerja (NFP) akan menjadi kunci untuk mengukur seberapa agresif The Fed akan memotong suku bunga.
  2. Aliran Dana ke ETF Bitcoin: Aliran masuk dan keluar dari ETF Bitcoin spot akan menjadi barometer sentimen investor institusional.
  3. Perkembangan Regulasi: Kejelasan regulasi di AS dan yurisdiksi utama lainnya akan menjadi katalis penting untuk kepercayaan jangka panjang.

Baca Juga: Kombinasi SMC + Fibonacci untuk Trading AkuraT

Kesimpulan

Komentar Jerome Powell telah berhasil meredakan ketegangan pasar untuk sementara, memberikan napas lega bagi saham kripto dan aset digital. Namun, jalan menuju pemulihan penuh masih panjang dan dipenuhi dengan ketidakpastian, mulai dari geopolitik hingga kesehatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk tidak terburu-buru euphoria, tetapi tetap memantau perkembangan kebijakan The Fed dan data ekonomi makro secara saksama, karena kedua faktor ini akan terus menjadi penentu utama arah pergerakan harga Bitcoin dan saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan MicroStrategy di kuartal-kuartal mendatang.

Artikel ini disadur dan dikembangkan dari laporan asli oleh George Glover dari Barron’s. Konten ini dibuat untuk tujuan informasi dan bukan sebagai saran investasi. Investasi dalam aset kripto dan saham memiliki risiko tinggi, lakukan penelitian Anda sendiri sebelum mengambil keputusan.

One Reply to “Saham Kripto Bangkit Usai Komentar Jerome Powell, Momen Rebound?”

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2025 Tradingan.com | Theme by Topoin.com, powered Aopok.com, Sponsor Topbisnisonline.com - Piool.com - Iklans.com.