
keadaan apapun tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan.
emosi cenderung berbahaya, apa lagi dalam trading. Reaksi emosional biasanya
berlawanan dengan pikiran rasional, sehingga jika ini terjadi dalam trading
Anda akan sulit mengambil keputusan yang tepat.Trading di pasar forex
menjanjikan keuntungan yang tidak terbatas, tetapi juga kerugian yang tak
terbayangkan. Inilah alasannya kenapa banyak trader yang dengan cepat bisa
dikuasai dan dikendalikan oleh emosinya.
emosi saat trading dan tetap fokus pada pergerakan harga pasar:
Tak seorang trader bisa menentukan pergerakan harga dengan pasti. Pasar bisa
dan akan bergerak sekehendaknya, tidak peduli seberapa canggih sistem trading
atau rencana trading Anda.
Pasar tidak akan bisa Anda dikte, sehingga jika Anda mengalami kerugian karena
salah posisi hal itu tidak berarti strategi trading Anda salah. Setiap trader
harus bisa menerima kenyataan bahwa posisinya bisa salah atau tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Dengan menyadari sepenuhnya akan hal ini maka seorang
trader tidak seharusnya memikirkan kenapa ia salah posisi, melainkan tetap
fokus pada pergerakan harga selanjutnya.
ukuran lot trading yang sesuai
Trader yang konservatif biasanya menentukan resiko tidak lebih dari 2% hingga
3% dari balance accountnya setiap kali entry. Dalam hal menekan emosi yang
destruktif, penerapan money management sangat penting untuk menghindari
besarnya kerugian yang tidak diharapkan. Pada kenyataannya ukuran lot trading
yang benar-benar sesuai akan membuat trading Anda lebih objektif, karena Anda
tidak harus risau dengan besarnya kerugian. Fokus Anda tidak lagi pada besarnya
dana yang bakal hilang (karena Anda telah tentukan sebelumnya), tetapi lebih
fokus pada apa yang akan terjadi pada pergerakan harga selanjutnya.
trading sekaligus (dalam sekali entry)
Untuk mengurangi pengaruh emosi jika Anda salah posisi, pertimbangkan untuk
tidak menggunakan ukuran lot trading pada point (2) diatas dalam sekali entry,
bisa setengahnya, sepertiganya atau mungkin seperempatnya. Hal ini berguna
untuk menambahkan posisi baru ketika pergerakan harga tidak sesuai dengan yang
Anda harapkan. Anda bisa berasumsi bahwa Anda tidak harus entry dengan seratus
persen benar.
Agar Anda bisa selalu fokus pada pergerakan pasar, rencanakan juga level exit
Anda dengan tepat, baik stop loss maupun target. Hal ini akan menghindarkan
keterlibatan emosi Anda ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan yang Anda
perkirakan.



