#Tradingan – Bagaimana Menentukan #Kapan Naik atau Turun Lot Secara Objektif dalam Trading – Dalam aktivitas #trading, sebagian besar trader terlalu fokus pada #entry dan #exit, tetapi melupakan satu keputusan yang justru sangat menentukan umur akun: pengaturan lot. Padahal, kesalahan dalam menentukan #lot sering kali menjadi penyebab utama akun cepat habis, meskipun #strategi trading terlihat “bagus” di atas kertas.
Masalahnya, banyak trader menaikkan atau menurunkan lot berdasarkan emosi, bukan data. Saat profit berturut-turut, lot dinaikkan karena percaya diri berlebihan. Saat loss, lot diturunkan secara acak atau justru diperbesar untuk mengejar kerugian. Pola ini berbahaya dan tidak berkelanjutan.
Baca Juga: Manajemen Risiko untuk Trader yang Sering Ganti Strategi
Artikel ini akan membahas secara sistematis bagaimana menentukan kapan naik atau turun lot secara objektif, menggunakan pendekatan manajemen risiko dan data performa, bukan perasaan.

Mengapa Penentuan Lot Harus Objektif?
Lot adalah representasi langsung dari besarnya risiko yang Anda ambil di setiap transaksi. Strategi entry boleh fleksibel, tetapi risiko harus terkontrol dan konsisten.
Jika penentuan lot dilakukan secara subjektif, maka:
- Risiko menjadi tidak terukur
- Hasil trading tidak bisa dievaluasi secara statistik
- Psikologi mudah terganggu
- Akun rentan mengalami drawdown besar
Trader profesional tidak bertanya, “Saya yakin atau tidak?”, melainkan bertanya, “Data apa yang membenarkan perubahan lot?”
Prinsip Dasar Pengaturan Lot yang Wajib Dipahami
Sebelum membahas kapan naik atau turun lot, ada beberapa prinsip fundamental:
- Lot ditentukan oleh risiko, bukan oleh target profit
- Risiko per trade harus konsisten
- Perubahan lot dilakukan bertahap
- Lot adalah bagian dari trading plan, bukan keputusan spontan
- Performa jangka menengah lebih penting dari hasil satu trade
Jika prinsip ini tidak diterapkan, maka menaikkan lot hanya akan memperbesar masalah, bukan profit.
Parameter Objektif untuk Menentukan Perubahan Lot
1. Persentase Risiko per Trade
Cara paling objektif dan paling direkomendasikan adalah menggunakan risk percentage.
Contoh:
- Modal: $1.000
- Risiko per trade: 1%
- Risiko maksimal per trade: $10
Lot dihitung berdasarkan:
- Jarak stop loss (pip)
- Nilai pip
- Risiko maksimum ($10)
Dengan metode ini:
- Saat ekuitas naik → lot otomatis naik
- Saat ekuitas turun → lot otomatis turun
Tidak perlu “merasa yakin” atau “takut”. Sistem sudah mengatur semuanya.
➡️ Inilah bentuk objektivitas tertinggi dalam pengaturan lot.
2. Kondisi Ekuitas sebagai Dasar Keputusan
Lot sebaiknya disesuaikan berdasarkan ekuitas, bukan balance semata.
Contoh aturan objektif:
- Naikkan lot setelah ekuitas naik minimal 15–20% dan stabil
- Turunkan lot jika drawdown mencapai 8–10%
- Gunakan lot lebih kecil saat berada di fase recovery
Pendekatan ini membantu trader:
- Mengunci pertumbuhan akun
- Menghindari euforia berlebihan
- Melindungi modal saat kondisi buruk
Trader yang profesional selalu berpikir, “Bagaimana melindungi ekuitas?”, bukan “Bagaimana memperbesar lot?”
3. Evaluasi Konsistensi Performa Trading
Kesalahan umum trader adalah menaikkan lot hanya karena profit besar sekali. Padahal, satu trade tidak mencerminkan kualitas sistem.
Naik atau turun lot harus berdasarkan:
- Minimal 30–50 trade terakhir
- Win rate yang stabil
- Expectancy positif
- Drawdown terkendali
Jika sistem sudah terbukti konsisten secara statistik, barulah perubahan lot masuk akal.
➡️ Naik lot tanpa data = memperbesar risiko tanpa alasan.
4. Kualitas Setup Trading yang Terukur
Tidak semua setup memiliki probabilitas yang sama. Namun, perbedaan lot tetap harus ditentukan secara objektif.
Gunakan sistem penilaian (scoring), misalnya:
- Trend kuat: +2
- Konfirmasi multi-timeframe: +2
- Risk-reward ≥ 1:2: +2
- Area support/resistance valid: +1
- Entry sesuai trading plan: +1
Total skor: 8
Aturan:
- Skor 7–8 → lot normal
- Skor 5–6 → lot dikurangi
- Skor <5 → tidak entry
Dengan sistem ini, perubahan lot berdasarkan kualitas setup, bukan perasaan “kayaknya bakal jalan”.
Baca Juga: Strategi Bertahan Hidup Saat Equity Stagnan dalam Trading
Kapan Waktu yang Tepat untuk Naik Lot?
Naik lot bukan reward emosi, tetapi keputusan strategis.
Naik lot secara objektif jika:
- Ekuitas naik secara konsisten
- Sistem sudah terbukti stabil
- Drawdown masih dalam batas wajar
- Psikologi trading terkendali
- Risiko per trade tetap sama secara persentase
Contoh aturan sehat:
- Setiap kenaikan ekuitas 20%, lot dinaikkan 10–20%
- Tidak menaikkan lot saat losing streak
- Tidak menaikkan lot di tengah euforia profit
Trader yang sabar menaikkan lot biasanya bertahan lebih lama.
Kapan Harus Turun Lot?
Menurunkan lot bukan kelemahan, melainkan tanda kedewasaan sebagai trader.
Turunkan lot jika:
- Drawdown melebihi batas toleransi
- Losing streak lebih panjang dari statistik normal
- Market condition berubah
- Fokus dan disiplin menurun
- Ekuitas turun di bawah level kunci
Menurunkan lot bertujuan menghentikan kerusakan, bukan menyerah.
Kesalahan Fatal dalam Mengatur Lot
Beberapa kesalahan yang sering menghancurkan akun:
- Naik lot karena “merasa jago”
- Menggunakan lot besar untuk balas dendam
- Mengubah lot tanpa alasan tertulis
- Menganggap lot besar = trader profesional
- Tidak mencatat perubahan lot di jurnal trading
Faktanya, trader profesional justru sangat konservatif dalam mengatur lot.
Baca Juga: Bybit Meluncurkan Fitur Neobank dengan Akun IBAN
Kesimpulan
Menentukan kapan naik atau turun lot secara objektif adalah fondasi utama trading yang berkelanjutan. Lot bukan alat untuk pamer keberanian, tetapi alat pengendali risiko.
Dengan:
- Risiko berbasis persentase
- Penyesuaian berdasarkan ekuitas
- Evaluasi performa statistik
- Sistem penilaian setup
- Disiplin pada trading plan
Trader tidak lagi bergantung pada emosi, melainkan pada data dan aturan yang jelas.
Ingat prinsip ini:
Bukan trader yang paling berani yang bertahan lama, tetapi trader yang paling disiplin mengelola risiko.




[…] Baca Juga: Bagaimana Menentukan Kapan Naik atau Turun Lot Secara Objektif dalam Trading […]